Endlich Kindergarten!

Posted on Juni 20, 2015

4


Repotnya ya kalu kita sudah ada anak, dan harus urus sekolah yang sistem pendaftarannya aja beda jauh dengan di Indonesia. Bedanya apa? kalau di Indonesia, anak bisa didaftarkan sebulan atau bahkan dua minggu sebelum. Hal ini tidak akan pernah  bisa dilakukan di Jerman. Di Jerman ada tingkatan anak masuk dunia baru, dunia sosialisasi. Kenapa saya nggak bilang dunia sekolah? naah ini dia, yang bikin sebuah dilema kalau pulang ke Indonesia ditanya apa anak kami yang hampir berusia 3 tahun sudah masuk sekolah. Saya jawab belum, sebentar lagi TK. Mereka pada ketawain saya ‘Yaaah, TK kan ya sekolah’.

Kemudian mulailah saya bercerita panjang lebar tentang mengapa kami di Jerman tidak menyebutnya ‘Sekolah’. Begini, di  Jerman ada tingkatan anak mulai masuk dunia sosialisasi. Perlu diketahui terlebih dahulu, bahwa kebanyakan orang tua di Jerman itu bekerja, meski sudah beranak pinak tetep aja mereka mau bekerja di kantoran entah karena ekonomi, gaya hidup, atau panggilan hati dan jiwa. Jangan heran kalau di Jerman menawarkan banyak daycare dan Spielgruppe ohne Eltern oder mit (Grup bermain tanpa orang tua atau dengan), dan kemudian Kindergarten atau TK. Di Jerman TK dimulai ketika anak berusia 3 tahun keatas sampai dengan usia 6 tahun. Dibawah 3 tahun, anak biasanya masuk Kinderkrippe atau playgroup. Nah di Jerman itu, anak2 yang termasuk  golongan ini disebut ‘Vorschule’ secara general, atau sebelum sekolah. TK di Jerman juga tidak diharuskan anak bisa membaca. Membaca baru ditekankan ketika anak SD. TK di Jerman lebih banyak bermain baik diluar atau didalam ruangan, cara bersosialisasi seperti makan bersama yang baik, ya intinya lebih banyak fun-nya lah daripada TK di Indonesia. Untuk bagaimana TK di Jerman itu, saya bahas nanti waktu anak kami sudah masuk ya. Saya masih  mau  bahas tentang pendaftaran TK buat anak di Jerman.

Saya tuh sebenarnya pada saat hamil, sudah denger desas-desus tentang pendaftaran ini, tapi emang saya pikir gak separah yang saya duga. Kebanyakan orang sudah mendaftarkan anaknya pada saat anak masih dalam kandungan, tetapi tahun ini kalau  tidak salah, hal ini tidak boleh. Persyaratan utama adalah anak harus lahir terlebih dahulu, baru kita bisa daftarkan. Duh sampe segitunya ya! iya!! Jerman emang bermasalah dalam hal jumlah TK, schade schade marmelade hehe. Nah saya baru saya mendaftarkan anak kami ke beberapa TK pada saat anak kami Princess N berusia 1,5 tahun, pendaftaran TK untuk pada saat nanti dia berumur 3 tahun. TK untuk seterusnya akan saya sebut KITA juga ya.

Kenapa saya daftar ke beberapa tempat? saya mendaftar ke 6 tempat lho! teman Jerman saya malah mendaftar di 10 tempat! yaaaa kembali lagi kemasalah awal Jerman emang  kekurangan TK. Nah TK di Jerman juga macam2 lho jenisnya. Kita tinggal daftar yang sesuai dengan prinsip kita.

Jenis-jenis TK di Jerman

1. Private

  • TK yang termasuk private ini biasanya dikelola oleh individuals yang mendirikan TK atau sebuah perkumpulan atau club. Nah TK jenis ini biasanya seperti Elterninitiative atau Kinderladen. TK Elterninitiative adalah TK yang dibangun biasanya oleh sebuah organisasi atau club, dan peran serta orang tua sangat amat diperlukan. Biasanya orang tua juga diminta bekerja tanpa bayar misal membantu membersihkan ruangan, kamar mandi, dll, kadang ada juga yang diminta tolong memasak.Pasti yang di Indonesia pada bilang ‘Ihhh kok gitu?’ disinipun ada yang begitu, tapi menurut saya ada nilai positive dari TK jenis ini. Baca terus ya, biar tau maksud saya apa

2. Public

  • Nah ini adalah TK yang paling banyak diminati. Selain karena murah, juga karena TK ini banyak yang bagus juga. TK ini dikelola oleh negara bagian. Tapi, untuk dapat di tempat di TK jenis ini, duuuh susahnya. Kalau orang tua tidak bekerja, wah bisa kalah saing ama mereka yang bekerja karena memang TK2 disini, terutama yang Public mengutamakan menerima anak-anak dari orang tua yang bekerja.

3.TK Evangelisch atau Katolisch

  • Dari namanya pasti udah bisa ditebak kan? Iya bener, itu TK yang dalam pengajarannya memakai kitab suci juga. Dengar dari teman yang anaknya TK jenis ini, seorang pastor biasa akan dipanggil untuk ceramah agama.

4. Bilingual KITA atau Kindergarten

  • Bahasa yang dipake adalah Jerman dan Inggris. Tidak banyak KITA bilingual di Jerman, di kota kami Dortmund setidaknya hanya ada dua yang saya tahu.

5.Montessori KITA

  • Montessori KITA cenderung menerapkan ide-ide creative disekitar kita.

6.Waldorf KITA

Anak yang masuk di KITA ini diajarkan untuk berinteraksi dengan alam. Bukan berarti TK jenis lain tidak, tetapi jenis ini yang lebih menitikberatkan pada alam. Pengembangan bahasa melalui puisi juga.

Saya hanya tahu jenis umum 6 KITA diatas. Jangan kuatir mereka biasanya punya website yang bisa menjelaskan secara details tentang kegiatan2 mereka, konsep mereka juga.

Ada yang perlu diperhatikan juga waktu memutuskan untuk mendaftarkan anak di TK, terutama yang berkaitan dengan durasi. Di Jerman ada tiga durasi waktu:

  • 25 Stunden Wöchentlich atau 25 jam per minggu (tidak termasuk sabtu-minggu), so ini berarti anak berada di KITA , setidaknya 5 jam sehari. Ada waktu antar dan jemputnya juga bisa ditanyakan ke KITA masing2.
  • 35 Stunden Wöchentlich atau 35 jam perminggu, so ini berarti anak berada di KITA setidaknya 6 jam perhari.
  • 45 Stunden Wöchentlich atau 45 jam perminggu, so ini berarti anak berada di KITA setidaknya 7 jam perhari.

Jenis yang 25 jam biasanya jarang sekali untuk anak usia 3 tahun keatas. Nah dilema kita para orang tua yang gak kerja kayak saya ini adalah berpikir durasi tersebut terlalu lama untuk anak usia 3 thn. Ini harus ditanyakan, dibicarakan dengan Leiterin atau Headmaster KITA. Terkadang ada KITA yang ‘locker’ alias luwes ama waktu ini, ada juga yang nggak, kalu 7 jam ya 7 jam misalnya. Oleh sebab itu, penting banget bicara banyak  tentang ini juga saat pertama kali mau daftar.

Kembali ke pendaftaran, ini saran saya:

  •  Ketika anak Anda lahir berusia 1 bulan,segera kembalikan formulir pendaftaran dari KITA-KITA pilihan anda. DI formulir ada kolom kapan Anda mau anak Anda masuk TK.
  • Daftar sebanyak2nya, dari yang dekat dulu ke jauh karena biasanya juga mereka mengutamakan menerima murid2 yang rumahnya tidak jauh dari TK mereka.
  • Catat semua TK yang sudah Anda daftar, biar nggak ketuker dan bingung ya hehe. Kemudian sering2 lah menelepon mereka untuk menanyakan apakah anak Anda dapat tempat untuk waktu yang Anda maksud. Setidaknya, teleponlah tiap dua kali setahun.

Bagaimana dengan Princess N? Well, saya sudah berusaha mendaftarkan dia ke 6 tempat, tapi nggak keterima semua. Mungkin juga saya terlalu telat mendaftarkan dia baru waktu dia umur 1,5 tahun. Setidaknya waktu tunggu aman 2 tahun, saya cuma 1,5 tahun kalaah deh ama yang udah daftar jauh sebelum saya.

Mei lalu kami mudik ke Indonesia, dan saya mau urusan TK ini beres sebelum mudik karena Agustus si Princess bakalan 3 tahun, soooooo hanya dengan waktu 4 bulan saya harus pontang panting cari TK, gak enak banget deh (makanya percayadeh, dengerin dan lakukan saran saya yang 3 points diatas). Saya mulai cari-cari lagi bulan Maret, saya sudah stress karena kalu sampe nggak dapet nih ya, kita harus hubungi JUNGENDAMT atau kantor yang mengurusi kepemudaan (termasuk kebayian ya heheh) dan melaporkan kalau anak kita sudah 3 tahun gak dapat atau  belum dapet tempat di KITA. Mengapa harus begitu? karena di Jerman anak umur 3 tahun mendapat HAK ( hebat ya hak anak dihargai, padahal masih kecil) untuk mendapat tempat di KITA. atau Rechtsanspruch auf Ü3-KITA platz. Repotnya kalau kita minta pemerintah ya Jungendamt tadi yang cariin KITA buat anak kita, anak kita  bakal ditempatkan di TK mana aja tidak peduli jauh atau dekat, tidak peduli jenis apa, kita orang tua harus terima, gak enak kan?? Nah ada alasan lain kenapa kita juga lapornya ke JUNGENDAMT, ini karena pada saat anak kita diterima di KITA, kita harus membayar Elternbeitrag perbulan sesuai gaji orang tua dihitung per tahun ke Jungendamt, so Jungendamt ini punya daftar seluruh KITA di kota lokasi kita, otomatis mereka juga tahu KITA mana yang masih ada tempat.

Sooo kembali ke stress saya! di ujung stress saya, Allah akhirnya secara tiba-tiba mendaratkan pencarian lewat search engine saya di sebuah KITA yang relative dekat dari rumah, akhirnya Princess N dapat tempat di TK Private jenis Elterninitiative. Well, kalau dibilang bahagia banget sih nggak, karena emang bukan KITA pilihan kami, terutama saya. Tapi mending banget deh daripada udah bulan Juni tapi gak dapat2, daaan harus stress lagi hubungi Jungendamt.

Maret lalu, saya ke TKnya si Princess, ambil dan isi formulir sekalian ngomong2 ama Leiterinnya. Terus dua hari kemudian saya ajukan kami berminat untuk dapat tempat buat anak kami, dan kamipun tanda-tangan Vertrag. Begitu kita tanda-tangan Vertrag, kami dapat beberapa lembaran berkenaan dengan KITA anak kita. Masih ada proses2 lain lagi sampe anak kami bener2 di KITA, dan akan saya share setelah Princess N masuk TK ya.

Sooooo, endilich Kindergarten! leganya dan kini tinggal nervousnya seorang Bunda lihat anaknya yang dulu baby sekarang sudah mau TK! Alhamdulillah

Update: Seminggu setelah si Princes diterima di TK Elterninisiative, eeeh sama dua TK public ditelp! diterima! Ayyy, ya mana kutahu seminggu setelah umur 3 bakalan di telp! Pelajaran yang ditarik: Daftar awal, kalau pun telat, nggak usah panik! tunggu pasti dapat tempat kalu anak sudah umur 3 tahun.

Iklan